Arutmin Jalankan Bisnis Hijau Budidayakan Serai Bahan Bioaditif

Arutmin Jalankan Bisnis Hijau

Arutmin Jalankan Bisnis Hijau Budidayakan Serai Bahan Bioaditif kini memperluas kiprahnya dalam bisnis bioaditif berbasis pemanfaatan lahan marginal. Upaya ini dilakukan dengan memaksimalkan potensi tanaman serai wangi di sekitar area tambang Kintap, Kalimantan Selatan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Inisiatif ini muncul dari perhatian Arutmin terhadap kondisi lahan marginal yang tersebar di Desa Bukit Mulia, yang merupakan wilayah terdekat dari lokasi operasional Tambang Kintap. Lahan marginal tersebut diketahui tidak produktif dan kurang subur, sehingga belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sekitar.

Sejalan dengan tanggung jawab sosial perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat, pada tahun 2022, Arutmin meluncurkan Program Bioaditif Serai Wangi melalui kolaborasi dengan Sinergi Masyarakat Tambang Kintap (Terangi Simantap). Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari tanaman serai wangi, sekaligus mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak produktif.

Arutmin Jalankan Bisnis Hijau Budidayakan Serai

Ilustrasi serai wangi yang dibudidayakan PT Arutmin Indonesia. Foto: Arutmin

Kepala Teknik Tambang (KTT) Arutmin Tambang Kintap, Dedi Heriyanto, menjelaskan bahwa dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR), Arutmin selalu mengedepankan pendekatan social mapping agar program yang dilakukan tepat sasaran. Di kawasan lingkar tambang Kintap, budidaya serai wangi dipandang mampu menjawab kebutuhan ekonomi warga setempat, khususnya bagi para petani dan pekebun.

“Kami melihat bahwa budidaya serai wangi sangat sesuai untuk daerah dengan tingkat kesuburan rendah. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik bahkan pada lahan yang minim unsur hara dan area reklamasi. Selain itu, serai wangi juga berfungsi sebagai tanaman penutup tanah (cover crop) yang dapat mengurangi erosi serta merehabilitasi lahan kritis,” ujar Dedi dalam keterangan resmi pada Minggu (30/3).

Arutmin menyadari bahwa sebelumnya para petani di Desa Bukit Mulia telah menanam serai wangi, namun nilai ekonomi yang dihasilkan masih relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang pengolahan dan pemanfaatan produk turunan serai wangi. Oleh karena itu, Arutmin berupaya memberikan pelatihan serta pendampingan kepada para petani agar mampu mengolah serai wangi menjadi produk yang lebih bernilai.

Minyak atsiri yang dihasilkan dari ekstraksi serai wangi dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran bioaditif. Bioaditif ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan energi. Selain itu, produk turunan lainnya seperti minyak aromaterapi dan sabun juga dapat dihasilkan dari tanaman ini, sehingga memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Dedi Heriyanto mengungkapkan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat positif yang signifikan, baik bagi masyarakat sekitar, lingkungan, maupun perusahaan itu sendiri. Dengan adanya program ini, masyarakat sekitar tambang dapat memiliki sumber penghasilan baru yang lebih berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Arutmin dan masyarakat lokal. Arutmin mengadakan pelatihan intensif mengenai teknik budidaya serai wangi serta proses distilasi minyak atsiri. Para peserta pelatihan diajarkan mengenai teknik pemilihan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga proses penyulingan minyak secara efektif.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi | GEOTIMES

Budidayakan Serai Bahan Bioaditif

Selain itu, Arutmin juga menggandeng para ahli di bidang pertanian dan bioaditif untuk memberikan pendampingan teknis. Tidak hanya aspek pertanian, pelatihan ini juga mencakup strategi pemasaran dan pengelolaan hasil produksi, sehingga masyarakat dapat lebih mandiri dalam memasarkan produk olahan serai wangi.

Arutmin berharap, melalui pengelolaan yang tepat, tanaman serai wangi dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat serta mendukung program reklamasi lahan pasca-tambang. Selanjutnya, perusahaan juga merencanakan perluasan area penanaman ke lokasi lain yang memiliki karakteristik lahan serupa.

Program Bioaditif Serai Wangi ini merupakan salah satu bentuk konkret komitmen Arutmin dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Tidak hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya tambang, perusahaan juga berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui inovasi yang mendukung keberlanjutan.

Masyarakat Desa Bukit Mulia menyambut baik inisiatif ini. Para petani mengaku lebih optimis dengan prospek ekonomi yang lebih baik berkat adanya pendampingan dari Arutmin. Salah seorang petani setempat, Ahmad, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan mereka dalam bercocok tanam, tetapi juga membuka wawasan tentang peluang bisnis produk bioaditif.

Kegiatan pemberdayaan ini tidak hanya menghasilkan produk ramah lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi lokal. Ke depan, Arutmin berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif serupa di wilayah operasional lainnya agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Dengan program ini, Arutmin membuktikan bahwa sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat memberikan manfaat berkelanjutan. Inovasi berbasis bioaditif tidak hanya mengoptimalkan lahan marginal tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dapat diandalkan oleh masyarakat di sekitar area tambang.

Baca Juga : Mengintip Usaha Cuci Mobil 24 Jam Berada Di Medaeng Sidoarjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *