Pemerintah Turunkan Tiket Pesawat Jadi 14% Untuk Lebaran 2025 secara resmi mengumumkan kebijakan penurunan harga tiket pesawat kelas ekonomi untuk penerbangan domestik hingga 14 persen selama periode mudik Lebaran. Langkah ini diambil guna mengurangi beban finansial masyarakat yang hendak pulang kampung untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi antara pemerintah dan berbagai pihak terkait di industri penerbangan.
Sejumlah langkah telah dilakukan untuk mewujudkan penurunan harga tiket, di antaranya adalah pengurangan biaya operasional di bandara, penyesuaian harga avtur di 37 bandara, serta revisi kebijakan terkait fuel surcharge.
Pemerintah Turunkan Tiket Pesawat Jadi 14%
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif tambahan berupa subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), di mana sebagian dari beban pajak tersebut akan ditanggung oleh negara. Dengan adanya kebijakan ini, harga tiket pesawat ekonomi domestik dapat mengalami penurunan signifikan dalam rentang waktu sekitar dua minggu menjelang perayaan Lebaran.
“Harga tiket pesawat ekonomi domestik secara keseluruhan mengalami penurunan berkisar antara 13 hingga 14 persen selama periode dua minggu sebelum Lebaran,” ujar AHY dalam konferensi pers yang digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/3).
Di samping upaya menurunkan harga tiket, pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik serta mengurangi kepadatan lalu lintas. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah Flexible Working Arrangement (FWA) atau sistem kerja fleksibel yang memungkinkan pegawai untuk bekerja dari lokasi mana pun.
AHY menjelaskan bahwa kebijakan FWA telah dikaji secara mendalam dan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan pada hari-hari menjelang puncak arus mudik.
“Harapan kami, distribusi mobilitas masyarakat dapat dilakukan lebih awal, khususnya H-7 Lebaran. Dengan demikian, mulai 24 Maret mendatang, kami harapkan kebijakan Flexible Working Arrangement dapat mulai diterapkan,” jelasnya.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan, operator bandara, serta instansi terkait lainnya, guna memastikan bahwa kebijakan ini berjalan dengan optimal. Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan terus memantau harga tiket pesawat agar tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan meskipun permintaan meningkat.
Khusus Untuk Lebaran 2025
Lebih lanjut, AHY menambahkan bahwa pemerintah akan menyiapkan mekanisme pengawasan ketat untuk memastikan kepatuhan maskapai dalam menerapkan kebijakan harga yang telah disepakati. Pengawasan ini akan dilakukan secara berkala untuk menghindari adanya kenaikan tarif secara sepihak oleh pihak maskapai.
Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat, terutama oleh para pekerja migran dan perantau yang ingin berkumpul bersama keluarga di kampung halaman saat perayaan Idulfitri. Dengan adanya penurunan harga tiket serta sistem kerja fleksibel, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih nyaman dan terjangkau.
Selain itu, pemerintah juga akan memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana transportasi mendukung kelancaran perjalanan mudik tahun ini. Kesiapan moda transportasi, seperti penambahan frekuensi penerbangan dan kesiapan infrastruktur bandara, menjadi prioritas utama dalam mendukung kelancaran arus mudik.