Strategi Bisnis Meghan Markle Dikritik karena Jual Madu Rp745 Rp kembali menjadi sorotan publik setelah meluncurkan produk perdana dari merek gaya hidup terbarunya, As Ever. Produk-produk tersebut berhasil terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam sejak diluncurkan.
Dengan menawarkan delapan produk unggulan, termasuk madu seharga 45 dolar AS (setara Rp745 ribu) dan selai raspberry seharga 22 dolar AS (setara Rp365 ribu), Meghan sukses menarik minat masyarakat Amerika Serikat (AS) dalam waktu singkat.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Meghan menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan positif dari para penggemarnya. “Rak kami mungkin kosong, tetapi hatiku penuh!” tulis Meghan, menunjukkan kebahagiaannya atas dukungan dan antusiasme masyarakat terhadap produk barunya.
Di tengah kesuksesan ini, muncul pula kontroversi mengenai strategi bisnis yang digunakan oleh Meghan Markle. Beberapa pihak mengkritik metode pemasaran yang dianggap tidak konvensional. Menurut laporan The Telegraph, terdapat dugaan bahwa Meghan sengaja membatasi jumlah produk untuk menciptakan kesan eksklusivitas dan meningkatkan permintaan di media sosial.
Strategi Bisnis Meghan Markle Dukungan Finansial
Merek As Ever, yang sebelumnya dikenal sebagai American Riviera Orchard, diketahui mendapatkan dukungan finansial dari platform streaming terkemuka, Netflix. Kerja sama ini sejalan dengan proyek Meghan lainnya, yaitu acara memasak berjudul “With Love, Meghan” yang telah tayang pada bulan Maret lalu di Netflix.
Pada tahun 2020, Meghan dan suaminya, Pangeran Harry, menandatangani kontrak senilai 160 juta dolar AS (sekitar Rp2,6 triliun) dengan Netflix untuk memproduksi konten eksklusif. Hingga kini, kerja sama tersebut telah menghasilkan beberapa program populer, termasuk miniseri “Harry & Meghan” dan dokumenter “Harry, Polo”.
Terlepas dari kritik yang diterima acara memasaknya, Netflix tetap melanjutkan produksi musim kedua “With Love, Meghan” yang saat ini telah menyelesaikan proses syuting. Dalam pernyataannya di Instagram, Meghan menunjukkan antusiasmenya terhadap musim terbaru. “Jika Anda menyukai Musim 1, tunggu saja sampai Anda melihat keseruan yang kami hadirkan di Musim 2!” ujarnya penuh semangat.
Kontroversi Strategi Bisnis Meghan
Di tengah kesuksesan merek As Ever, beberapa pihak mempertanyakan strategi bisnis Meghan yang dinilai kontroversial. Para kritikus menyebutkan bahwa produk yang terjual cepat mungkin bukan murni karena tingginya permintaan, melainkan karena jumlah persediaan yang memang terbatas sejak awal.
Seorang sumber yang diwawancarai oleh The Telegraph menduga bahwa taktik pemasaran yang digunakan Meghan bertujuan untuk menciptakan efek kelangkaan. Hal ini membuat para penggemar merasa terdorong untuk segera membeli sebelum produk habis, menciptakan kesan produk yang sangat diminati.
Tanggapan Meghan Terhadap Kritik
Menghadapi berbagai kritik, Meghan Markle tidak tinggal diam. Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Meghan menegaskan bahwa kehidupannya tidak selalu mudah seperti yang dibayangkan publik. Ia mengakui bahwa keberhasilan saat ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang ia lakukan bersama timnya.
Meghan juga menekankan bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk menciptakan produk berkualitas yang tidak hanya indah tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap merek As Ever dapat menjadi simbol kekuatan dan inspirasi bagi para wanita di seluruh dunia.
Kesimpulan
Peluncuran merek As Ever oleh Meghan Markle menunjukkan betapa besarnya daya tarik figur publik dalam membangun bisnis gaya hidup. Meskipun mendapat kritik terkait metode pemasaran, produk yang terjual habis dalam waktu singkat membuktikan bahwa Meghan berhasil menciptakan daya pikat tersendiri.
Di sisi lain, serial “With Love, Meghan” yang menjadi bagian dari proyek bersama Netflix juga menunjukkan bahwa Meghan tetap aktif dalam dunia hiburan. Terlepas dari kritik yang muncul, Meghan Markle terus berinovasi dengan ide-ide baru, baik dalam dunia bisnis maupun media. Keberhasilan produk As Ever dan antusiasme terhadap acara memasaknya menegaskan bahwa ia masih memiliki pengaruh kuat di dunia internasional.
Baca Juga : Lima Rekomendasi Bisnis Sampingan, Bisa Dikerjakan Di Rumah